Mengapa foto jurnalistik dan dokumenter ?

Di akhir tahun 2007 ini, banyak pertanyaan yang muncul dari rekan-rekan, mengapa saya suka menggeluti fotografi khususnya foto jurnalistik dan dokumenter ?

Jawaban singkatnya, barangkali itulah yang namanya naluri. Naluri untuk membuat catatan visual tentang sebuah peristiwa, apapun bentuk peristiwanya. Peristiwa di mana saya berada atau tergerak untuk berada di tengah peristiwa itu. Di sisi lain, ada naluri untuk dapat bercerita tentang ketidakberdayaan manusia yang tersapih dari perhatian khalayak.

Perangkat foto digital memang menjawab kehampaan setelah hampir sepuluh tahun dari kegemaran saya akan foto dokumenter. Ya, teknologi digital memang sangat memberdayakan. Sejak tahun 1987 sampai saat inipun kehidupan profesi saya d bidang teknologi informasi juga diberdayakan oleh teknologi digital.

Sejalan dengan waktu, perjalanan karir di bidang teknologi informasi khususnya komunikasi data serta menyelami soal knowledge management, kedua bidang itu sekarang melebur menjadi satu dan sangat berguna untuk membuat konsep, mendapat insight dan mengeksekusi sebuah karya foto. Hubungan antara IT, Knowledge Management dan Fotografi saya catat pada bagian tulisan lain kolom ini.

Lendy Widayana



  1. halo..salam kenal…

  2. yups…
    naluri dan insting..
    penuntun q jg

    salaman….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: